Hip dysplasia pada anjing tidak ada bedanya dengan masalah yang sama yang bisa terjadi pada manusia. Penyakit tulang pada anjing yang satu ini terjadi karena buruknya kesehatan tulang dan sendi, dan dapat menyebabkan rasa sakit berkepanjangan.

Banyak yang menyebut hip dysplasia pada anjing hanya terjadi pada ras-ras tertentu saja seperti labrador, golder retriever, mastiff, herder, dan beberapa lainnya. Kenyataannya meskipun hip dysplasia memang lebih banyak diderita anjing dengan ras-ras tersebut dan ras-ras berbadan besar lainnya, tetapi dapat diderita oleh semua anjing.

Selama ini faktor genetik sering kali dianggap sebagai penyebab masalah hip dysplpasia. Namun saat menjelaskan bagaimana penyakit anjing yang satu ini terjadi, Dr. Jacqueline Davidson yang adalah seorang profesor pada Texas A&M College of Veterinary Medicine & Biomedical Sciences mengatakan bahwa genetik bukanlah faktor satu-satunya. “Hip-dysplasia itu multi-faktor, artinya ada banyak hal yang menyebabkan anjing tertentu bisa terkena”, jelasnya. Menurut Dr. Davidson, snjing yang lahir dari pasangan yang bebas hip dysplasia kemungkinannya untuk terkena memang lebih kecil, tapi tidak serta-merta 100% aman.

Contoh Kasus Hip Dysplasia Pada AnjingKondisi awal hip dysplasia ditandai dengan pergerakan berlebihan yang tidak normal pada persendian. Lama-kelamaan “oblak”-nya persendian ini mengubah bentuk tulang dan jaringan lunak di sekitar persendian tersebut. Perubahan bentuk ini memicu gesekan yang pada akhirnya memicu infeksi. Lebih jauh, infeksi ini menyebabkan osteoarthritis yang semakin lama semakin parah.

Selain tampak pincang saat berjalan, dalam kondisi arthritisnya semakin memburuk, biasanya anjing mulai malas beraktivitas. Anjing muda yang keinginan untuk beraktivitasnya masih sangat tinggi, gejalanya bisa terlihat dari caranya berjalan yang cenderung seperti melompat-lompat kecil. Semakin memburuk, biasanya gejala pincang terjadi pada kedua kaki dan mulia sulit bangun. Langkah kaki belakang yang semakin pendek membuat pinggulnya nampak berayun saat berjalan. Dalam jangka panjang, pengalihan tekanan ke kaki depan menyebabkan pertumbuhan otot yang tidak normal.

Salah satu cara yang dapat sedikit meringankan rasa sakit akibat hip dysplasia ini adalah dengan mengurangi berat badan. Mengajaknya untuk bergerak ringan secara rutin setiap hari bermanfaat untuk membantu penguatan otot sehingga beban pada tulang sedikit berkurang.

Pada akhirnya, pemilik anjing dengan masalah hip dysplasia harus tetap berkonsultasi dengan dokter hewan. Osteoatrhtritis yang terjadi akibat hip dysplasia hanya dapat disembuhkan dengan pengobatan medis. Salah satu yang dapat dilakukan untuk mempercepat penyembuhan adalah dengan memberikan minyak ikan yang secara klinis terbukti dapat membantu mengurangi infeksi.

Jika pengobatan tidak tidak dapat menyelesaikan masalah, operasi terpaksa dilakukan untuk membuang persendian yang terkena infeksi. Prosedur operasi yang dikenal dengan istilah FHO (femoral head ostectomy) ini menghilangkan kepala femur dari sendi. Meskipun pada kebanyakan kasus operasi ini dapat membantu menghilangkan rasa sakit, fungsi sendi yang hilang tetap akan meninggalkan kecacatan, biasanya anjing tidak lagi bisa berjalan dengan normal.

Untuk kasus-kasus dimana FHO tidak menyelesaikan masalah, operasi lebih besar mungkin diperlukan. Prosedur operasi yang disebut dengan THR (total hip replacement). Tingkat keberhasilan THR untuk menyelesaikan masalah biasanya cukup tinggi, sayangnya prosedur ini kadang-kadang tidak dapat dilakukan. Sejumah tes diperlukan untuk memastikan apakah THR dapat dilakukan.

Pada akhirnya, seperti penyakit anjing lainnya, hip dysplasia tidak terjadi dalam sehari. Semakin baik anda memperhatikan kondisi anjing kesayangan anda sehingga masalah yang timbul bisa lebih awal tertangani, kemungkinan penyembuhannya juga semakin besar. Banyak bergerak dan kecukupan nutrisi merupakan kunci menjauhkan anjing kesayangan anda dari hip dysplasia.