Steril atau memandulkan anjing di Indonesia terkadang masih menjadi bahan perdebatan yang cukup sengit di kalangan para pemiliknya. Sebagian besar orang yang memiliki anjing dan pastinya bukan para breeder, masih banyak yg menentang untuk mensterilkan anjingnya dengan alasan kasihan atau tidak setuju karena dianggap seperti melawan kodrat alami anjing untuk berkembang biak. Namun tahukah dog lovers,  banyak kanker mengerikan pada anjing yang dapat dicegah dengan steril?

Berikut jenis-jenis kanker pada anjing yang dapat dicegah melalui sterilisasi :

1. Kanker Payudara

Secara epidemiologi, gejala klinis, morfologi dan prognosis, kanker yang menyerang anjing mirip sekali dengan kanker yang menyerang manusia.

Menurut seorang dokter hewan, Dave Ruslander, anjing betina yang disteril sebelum birahi pertamanya terbukti secara ilmiah dapat menurunkan resiko terkena kanker payudara sebanyak 8X dibandingkan dengan anjing yang tidak disteril sama sekali. Bahkan di sebuah artikel disebutkan bahwa anjing betina yang disteril setelah masa birahi yang kedua dapat beresiko terkena kanker payudara yang cukup tinggi pula seperti sama halnya pada anjing yang tidak disteril.

Walaupun kanker ini biasanya menyerang anjing-anjing tua yang berumur sekitar 10 tahun ke atas tapi kanker payudara juga bisa menyerang anjing dengan umur di bawahnya.

Gejala yang paling jelas terlihat dari anjing yang menderita tumor payudara adalah munculnya benjolan merah di kelenjar susu. Terkadang benjolan ini disertai radang , berubah menjadi borok seiring terus membesarnya tumor dan jika benjolannya disentuh anjing akan merasa sangat tidak nyaman.

kanker payudara pada anjing 2Kanker payudara pada anjing. Sumber : drssnairvet.blogspot.com

Jika kankernya terus mengganas, perlahan berat badan akan terus menurun. Untuk mengetahui apakah benjolan tersebut jinak atau ganas, dokter biasanya akan melakukan biopsy (pengangkatan tumor) dan mengirimkan sample tumornya ke laboratorium. Tumor yang agresif dapat menyebar dengan cepat ke kelenjar getah bening hingga ke paru-paru dan menyebabkan anjing kesulitan untuk bernafas. X-Ray dan USG pada bagian perut juga dapat membantu untuk melihat penyebaran tumor ini.

Pengobatan yang paling umum dilakukan adalah operasi pengangkatan jaringan kankernya namun operasi ini juga tidak bisa dilakukan jika anjingnya sudah tua atau ternyata sudah mengganas. Pengangkatan jaringan ini sama sekali tidak akan membantu, sedangkan untuk kemoterapi belum terbukti efektif untuk memerangi kanker ini dan anjing yang terkena kanker payudara biasanya hanya bisa bertahan hidup sekitar 1 tahun saja.

Dalam satu studi 35% dari tumor ini bisa menjadi ganas dan 70% sisanya bisa sembuh hanya dengan melalui pembedahan.

2. Kanker Prostat Pada Anjing Jantan

Gejala pada kanker prostat diantaranya :
1. Kehilangan berat badan
2. Demam
3. Kesulitan buang air kecil
4. Kencing keluar sedikit demi sedikit
5. Anjing merasa kesakitan saat ditekan pada bagian perutnya
6. Kesulitan bernafas

Kanker prostat biasanya menyerang anjing tua yang berumur sekitar 9-10 tahunan dan belum disteril. Pengaruh hormone testosterone pada kelenjar dari waktu ke waktulah yang memicu munculnya kanker ini. Belum ada pengobatan ampuh untuk melawan kanker ini.

Terkadang dokter akan menyarankan untuk melakukan kemoterapi karena operasi pengangkatan kanker ini sangat sulit & kecil kemungkinan anjingnya bisa bertahan hidup setelah operasi.

Kanker prostat memiliki potensi metastasis yang sangat tinggi dan dapat menyebar ke organ seperti paru-paru, tulang dan kelenjar getah bening.

Tidak mudah untuk mendeteksi penyakit ini karena terkadang gejala yang ditimbulkannya mirip dengan anjing yang mengalami infeksi ginjal dan saluran kemih dan biasanya baru terdeteksi setelah mencapai stadium lanjut. Tingkat kelangsungan hidup rata-rata anjing yang terkena kanker prostat adalah 6 minggu hingga 1 tahun.

3. Kanker Ovarium

Gejala-gejala klinis pada anjing betina yang belum disteril dan terkena kanker ovarium sangat bervariasi, beberapa diantaranya adalah pyometra (infeksi pada rahim), perut yang membengkak dan cairan yang keluar terus menerus dari vaginanya. Anjing juga akan mengalami pembengkakan pada bagian perutnya, demam yang terus menurus hingga perlahan berat badannya terus berkurang . Usia rata-rata anjing yang terkena kanker ovarium hanya sekitar 4 tahunan saja.

 

pyometra pada anjingPyometra pada anjing. Sumber : winrockanimalclinic.net

4. TVT (Tumor Venereal Transmissible) atau Tumor Kelamin yang Menular

TVT merupakan jenis tumor yang menyerang organ kelamin anjing baik jantan maupun betina yang ditularkan dari anjing lainnya secara seksual atau melalui perkawinan dan pastinya tumor ini biasanya menyerang anjing-anjing yang tidak disteril.

TVT pada alat kelamin betina malaysiandogsdeservebetterAnjing betina yang terkena TVT. Sumber : malaysiandogsdeservebetter.com

Gejala awalnya dapat terlihat dari alat kelamin anjing yang terus mengeluarkan darah, meradang dan tumbuh benjolan seperti kembang kol. Bila anjing sehat mencium atau mengendus alat kelamin anjing yang sudah terkena TVT maka tumor ini dapat ditransplantasikan di kulit yang berdekatan dengan mulut dan hidungnya. Jika sel tumor ini tumbuh jauh di belakang rongga hidung maupun vagina maka akan sulit untuk melihatnya hanya dengan melalui pemeriksaan sepintas.

male-TVT-dog dogsofgaya

Anjing jantan yang terkena TVT. Sumber : dogsofgaya.org

 

TVT pada mulut anjing

TVT pada mulut anjing. Sumber : K9aid.com

Metastasis atau penyebaran sel kanker ke organ lainnya relatif jarang terjadi hanya sekitar 5% saja. Ketika metastasis terjadi, biasanya yang diserang adalah kelenjar getah bening, ginjal, limpa, mata, otak dan kulit.

Pengobatan paling efektif yang dianjurkan adalah kemoterapi setiap minggu selama 3-6 kali tergantung tingkat keparahan tumor.

Nah, setelah mengetahui manfaat steril bisa mencegah terjadinya berbagai macam kanker pada anjing, apakah dog lovers masih ragu untuk mensterilkan anjingnya?