Anjing suka menjilat. Bukan hanya menjilati badannya sendiri, anjing juga suka menjilati anjing lain, bahkan manusia, terutama pemiliknya. Banyak yang menghubungkan jilatan anjing, terutama saat anjing menjilati pemilik atau orang-orang yang dikenalnya, sebagai ungkapan sayang. Karena itu biasanya para penyayang anjing cenderung tidak keberatan bahkan merasa senang dijilati anjing kesayangannya.

Apakah ungkapan sayang merupakan satu-satunya alasan anjing menjilat? Adakah hal-hal lain yang juga bisa menjadi alasan kenapa anjing menjilat? Simak beberapa alasan dibalik jilatan anjing yang perlu anda ketahui.

Rasa Enak

Sama seperti manusia, bagi anjing lidah juga merupakan alat pengecap yang membawa sensasi rasa menuju otaknya. Itu makanya mungkin anda sering melihat anjing masih menjilati mangkuk makannya meskipun sudah licin tak bersisa, menjilati lantai yang sempat kena tumpahan makanan, atau meja yang baru saja digunakan untuk bersantap. Dalam hal ini anjing menjilat karena rasa enak. Tapi tahukah anda bahwa anjing juga bisa menjilati kita untuk alasan yang sama? Selain butir-butir kecil sisa makanan yang mungkin masih menempel di badan kita, lidah anjing juga bisa mengecap rasa asin dari keringat di kulit kita.

Bersih Bersih

Mungkin anda berfikir anjing cenderung jorok. Bagaimana tidak, anda mungkin sering mengalami kejadian anjing mengotori lantai bahkan sofa karena dia langsung berlari masuk rumah setelah bermain di halaman. Tapi kenyataannya anjing juga sering nampak menjilati tubuhnya sendiri untuk bersih-bersih, sama dengan kucing yang saking rajinnya membersihkan diri dengan lidahnya sampai muncul istilah “mandi kucing” di kalangan manusia. Selain untuk dirinya sendiri, anjing dan kucing juga sering nampak menjilati sesamanya untuk tujuan yang sama. Jadi jangan heran kalau anjing menjilati kita untuk alasan yang sama.

Penyembuhan

Ludah anjing mengandung enzim yang mampu membunuh bakteri. Karena itu anjing punya kecenderungan alamiah untuk menjilati luka. Tanpa disadarinya perilaku ini juga membantu membersihkan kotoran dan sel-sel kulit mati dari lukanya. Kadang-kadang saking bersemangatnya menjilati luka, anjing justru membuat luka yang sudah hampir sembuh justru terbuka kembali.

Stress

Meskipun kebiasaan menjilat pada anjing memang merupakan hal yang biasa, tetapi jika dilakukan secara berlebihan bisa jadi merupakan ekspresi perasaan yang tidak nyaman, seperti ketakutan dan stress. Pastinya kita tahu bahwa seperti halnya pada manusia, stress pada anjing juga bisa membawa pengaruh buruk baik pada perilaku maupun kesehatan fisiknya. Jadi perilaku sederhana ini juga bisa menjadi indikasi atas hal serius dan karenanya perlu kita perhatikan.

Komunikasi

Jilatan juga merupakan cara anjing berkomunikasi, selain hal lain seperti gonggongan. Mungkin anda sering melihat anjing yang baru pertama kali bertemu saling mencium, saling menjilat lalu mulai bermain bersama. Pesannya dalam bahasa manusia bisa jadi “Aku suka sama kamu.” atau mungkin “Kita berteman ya!”. Selain dengan sesamanya, anjing juga menggunakan cara berkomunikasi yang sama dengan manusia. Jadi kalau anjing anda menjilat dengan intensitas yang berbeda, cobalah mulai berfikir dan mengamati, karena mungkin ada hal yang dia perlukan, misalnya air minumnya habis, atau pintu tertutup sehingga dia tidak bisa bermain di halaman.

Rasa Sayang

Ungkapan sayang memang merupakan alasan utama anjing menjilat. Dengan menjilat tuannya untuk mengungkapkan rasa sayang, tubuh anjing secara alami melepas hormon endorphin yang membuatnya merasa nyaman. Sayangnya banyak pemilik anjing merasa tidak nyaman.

Sebetulnya menghentikan kebiasaan ini juga tidak terlalu sulit jika anda memang tidak menyukainya. Abaikan dan tinggalkan dia setiap kali dia mulai menjilat. Dengan demikian dia akan belajar bahwa setiap kali dia menjilat anda akan pergi meninggalkannya dan lama-lama tidak melakukannya lagi. Itu kalau anda memang benar-benar tidak suka dan tega melakukannya.