Sebuah berita yang ditulis Melina Miller dalam Buffalo News mengungkapkan bahwa seorang pria bernama Edward “Boo” Bishop, seorang warga kota Buffalo yang berada di negara bagian New York, Amerika Serikat, akhirnya dinyatakan bersalah karena terlibat dalam aksi adu anjing yang dikategorikan sebagai kejahatan disana.

Dalam drama persidangan yang berlangsung sekitar 16 bulan itu Boo tadinya menghadapi 7 tuntutan untuk kejahatan yang sama, satu tuntutan untuk masing-masing anjing yang ditemukan di kediamannya. Dalam sebuah penyergapan pada bulan April 2014, polisi menemukan 7 anjing di kediaman Boo. Operasi tersebut dilancarkan atas kerjasama antara fihak kepolisian kota Buffalo dan ASPCA (American Society for the Prevention of Cruelty to Animal) dalam mengatasi maraknya adu anjing di kawasan tersebut.

Hari Senin lalu, Hakim Thomas P. Franczyk memutuskan bahwa Boo bersalah atas 1 dari ketujuh tuduhan tersebut. Dalam pertimbangannya, hakim menganggap bahwa dari ketujuh anjing tersebut, hanya satu yang secara jelas menunjukkan tanda-tanda bahwa dia sengaja dipersiapkan untuk adu anjing. Sementara 6 lainnya, meskipun menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka pernah diadu, tidak dapat dipastikan apakah Boo yang mengadu mereka.

Meskipun hanya satu tuntutan yang dinyatakan terbukti, Boo menghadapi tuntutan hukuman yang cukup serius, terutama karena ternyata dia juga pernah didakwa karena terlibat dalam aksi adu anjing yang dilakukannya untuk meraup keuntungan finansial pada tahun 2010. Dalam aksi kejahatan yang dilakukannya pada bulan Juni 2009 tersebut, Boo dijatuhi hukuman 30 hari penjara ditambah 2 tahun dalam status bebas bersyarat. Konon saat itu Boo memenangkan hadiah sebesar $4000 dari kemenangan anjing aduannya.

Untuk kali ini, Boo sepertinya benar-benar kena batunya. Meskipun selama proses persidangan Boo tidak ditahan karena dibebaskan dengan jaminan, pada persidangan yang akan digelar pada tanggal 17 Februari mendatang dia kemungkinan akan menerima hukuman jauh lebih berat, sampai 4 tahun penjara.

Mudah-mudahan di masa yang akan datang peraturan yang sama akan berlaku juga di Indonesia, karena sampai saat ini para pelaku kekejaman terhadap hewan dalam bentuk adu anjing dapat terus melakukan aksi jahatnya tanpa tersentuh tangan hukum.