Anda meragukan ketulusan kasih sayang anjing pada pemiliknya? Mungkin kisah yang satu ini akan membuat anda berfikir ulang. Sebagai seekor anjing jenis boxer, Rocky berukuran cukup besar, beratnya lebih dari 30 kilo. Selintas mungkin nampak kurang cocok dengan pemiliknya yang seorang remaja berusia 12 tahun. Biasanya anak-anak perempuan seusianya lebih memilih anjing berjenis kecil dan lucu, tapi tidak demikian dengan Rita yang sangat menyayangi anjingnya. Keduanya tinggal di Finger Lake, sebuah kota kecil di Amerika Serikat.

Saat pertama kalo bertemu Rita, Rocky baru berusia 2 bulanan, seseorang memberikannya sebagai hadiah. Tentunya saat itu Rita juga masih anak-anak. Tapi keduanya seperti langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Rita selalu bermain dengannya, memberinya makan, mengajarinya berbagai hal, bahkan mengajaknya tidur bersamanya. Mereka selalu bersama kecuali saat Rita sedang pergi sekolah. Saking dekatnya Rita dan Rocky, keluarganya sering menyebut mereka R & R.

Sifat Rita yang pendiam dan pemalu sepertinya klop dengan Rocky yang tumbuh menjadi anjing yang besar, kuat, dan bertampang sangar. Rita mendapatkan kepercayaan diri dan keberanian untuk berhadapan dengan orang asing bahkan menjelajahi tempat-tempat baru saat Rocky bersamanya. Sementara Rocky menerima perannya dengan baik, selalu hadir sebagai teman, sahabat, dan bodyguard. Saat berhadapan dengan orang asing, tanpa perlu disuruh Rocky langsung berdiri di depan Rita untuk melindunginya.

Suatu ketika, mereka melangkah masuk ke sebuah toko saat dua orang laki-laki berbadan kekar dengan dandanan ala biker berlari keluar sambil memaki penjaga toko. Keduanya hampir saja menabrak Rita. Saat Rita gemetar ketakutan, Rocky langsung tampil menguasai keadaan. Dia menerobos dan berdiri di depan Rita sambil mengeluarkan ancaman melalui geramannya. Kedua orang bertampang sangar itu rupanya langsung sadar bahwa mereka sedang berhadapan dengan kesangaran yang sesungguhnya dan langsung menepi.

Sayangnya, meskipun Rocky berbadan besar, kekar, dan sangar, dia punya kelemahan yang sangat parah. Dia sangat takut air. Secara genetik Boxer memang bukan jenis anjing yang menyukai air, tapi tidak berarti air membuatnya ketakutan seperti yang Rocky alami.

Ternyata ketakutan Rocky terhadap air muncul akibat trauma masa kecilnya. Saat baru berumur beberapa minggu, Rocky dijual pada keluarga yang memiliki seorang anak laki-laki yang sedang beranjak remaja. Rupanya anak ini memiliki masalah psikologis tertentu yang membuatnya cemburu dengan perhatian seluruh keluarga yang tiba-tiba beralih pada anjing kecil yang lucu itu.

Suatu kali, karena kecemburuannya, anak laki-laki itu memasukkan rocky ke dalam sarung bantal, mengikatnya, lalu melemparnya ke danau. Untungnya ayahnya melihat kejadian itu dan sempat menyelamatkan Rocky. Keesokan harinya sang ayah kembali menyelamatkan Rocky saat anak laki-lakinya sedang berdiri di air danau sambil menenggelamkan anjing kecil tak berdaya itu ke dalam air. Akhirnya keluarga itu memutuskan untuk mengembalikan Rocky pada penjualnya.

Trauma yang membuat otaknya menghubungkan air sebagai ancaman terhadap nyawa membuat Rocky sangat takut terhadap air. Kalau tanpa sengaja tiba-tiba dia sadar sudah berada di dekat air, dia akan segera berlari menjauh dengan tampang ketakutan setengah mati. Kalau Rita bermain air di danau, sebelum Rita kembali ke daratan dia akan berjalan mondar mandir dengan gelisah di tepian.

Suatu hari Rita dan Rocky diajak ibunya berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan mewah yang berada di tepi danau. Rita melompat-lompat riang di sepanjang teras yang yang dibangun tinggi di sepanjang tepian danau, tempat dimana para pengunjung biasanya menikmati pemandangan danau yang indah. Jarak antara teras dan permukaan air danau cukup tinggi, mungkin hampir 10 meter. Berpagar, tetapi ada beberapa bagian pagar yang terbuka karena terdapat tangga untuk turun ke danau.

Tiba sebuah sepeda yang dinaiki seorang anak meluncur tak terkendali dan menabrak Rita. Secara kebetulan posisinya membuat Rita terdorong ke arah tangga sehingga tanpa tertahan pagar tubuhnya terlempar ke danau. Telungkup dengan wajah terbenam di air danau, tubuh Rita mengapung, diam tak bergerak.

Ibu Rita berlari mendekat sambil berteriak meminta bantuan, tapi jaraknya cukup jauh sehingga tidak bisa segera sampai. Sementara Rocky berdiri di pinggiran teras, melihat ke arah tubuh Rita. Dengan tampang kebingungan dia menggonggong, melolong, merengek, entah suara apa lagi yang keluar dari mulutnya. Entah apa yang ada di kepalanya melihat gadis kecil yang sangat disayanginya terapung di air, sesuatu yang sangat ditakutinya.

Tapi ternyata apapun yang ada di pikirannya, rasa sayangnya terhadap Rita mengalahkan rasa takutnya terhadap air. Melalui celah pagar yang sama dia meloncat ke danau. Untungnya memang secara alamiah anjing memiliki kemampuan untuk berenang tanpa harus diajari. Dia menarik tubuh Rita dengan menggigit bajunya, tarikan yang membalik tubuh Rita sehingga wajahnya tidak lagi terbenam ke dalam air. Kembali bisa bernafas, sambil terbatuk-batuk mengeluarkan air yang terhisap, Rita berhasil memegang kalung Rocky.

Rocky berenang menarik tubuh Rita sampai akhirnya berhenti di tepian dimana dia berdiri menjaga Rita sambil menjilati wajahnya, sampai bantuan datang. Kalau saja Rocky tidak cukup cepat mengalahkan rasa takutnya, mungkin sudah terlambat untuk menyelamatkan Rita.