Berita Anjing

Home/Berita Anjing

Penampakan Kaki Kecil Ini Membuat Para Netizen Menghujat Sebuah Swalayan

Sebuah foto yang menyebar di sosial media sempat membuat geram & heboh para netizen. Berbagai hujatan pun berdatangan terutama dari para pecinta & penyayang anjing kepada sebuah pasar swalayan yang cukup ternama di Indonesia.

“Itu kakinya masih kecil, anjingnya kecil pasti ” komentar Juna Nasution

“Aku muntah langsung” ujar Maha Krisna

“Gila apa mrk yaaaaa???” ungkapan kekesalan Kiki Rizky

“Swalayan besar sekelas ini harusnya lebih bijak dong….” London de Scarletto menyayangkan.

“Mereka bukan untuk dikonsumsi !!!!!! Sangat kecewa dan tidak akan pernah saya mau belanja kembali ke GIANT tidak akan pernah!!!!” kemarahan diluapkan Jovi Marvels.

Foto apa sebenarnya yang membuat para netizen ini geram itu?

Inilah penampakan foto yang mengundang emosi para penyayang anjing.

2017-03-18_00.19.05

Ditengah munculnya aksi protes atas penjualan daging anjing tersebut muncul pula beberapa komentar yang mengatakan kalau di Manado sudah biasa jika daging anjing di makan dan seharusnya tidak perlu protes karena hanya Giant cabang Manado saja yang menjualnya dan itu merupakan bagian dari kebudayaan lokal setempat.

Di Manado memang memakan daging anjing sudah menjadi kebiasaan warganya, bahkan bukan hanya daging anjing saja, daging hewan-hewan lainnya yang kurang lazim pun bagi kebanyakan orang seperti daging kucing, ular, tikus hingga kelelawar sudah tidak aneh lagi tersaji di meja makan.

Pasar-Tomohon-Pasar-Ekstrim-di-Manado-600x330Pasar Tomohon, Sulawesi. Foto : seputarsulut.com

Namun bagaimanapun juga Giant sebagai salah satu perusahaan jaringan swalayan yang cukup besar di Indonesia dan memiliki cabang yang tersebar di pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatera, Kalimantan hingga Sulawesi sudah sepatutnya mempertimbangkan matang-matang keputusannya untuk menjual daging anjing yang bagi sebagian besar masyarakat kita adalah hewan peliharaan dan bukan hewan ternak, teman bahkan sudah merupakan bagian dari keluarganya. Dapat dibayangkan perasaan para kostumer Giant ini saat melihat foto potongan-potongan daging anjing terpampang di depan matanya, emosi pun pasti meledak.

Yang terbayang bagaimana jika yang dijual dalam kemasan-kemasan kecil itu adalah hewan-hewan kesayangan mereka yang hilang dicuri atau lepas dari rumah. Argumen jika anjing yang dipotong dan dijual dagingnya adalah anjing yang diternakkan pun tidak akan membuat amarah para pecinta anjing ini reda. Membayangkan bagaimana anjing-anjing malang itu dipukul atau digantung terlebih dahulu sebelum disembelih walaupun bukan anjingnya sendiri sudah pasti membuat geram dan mual.

dog meat trade 2Induk anjing dan bayinya yang baru dilahirkan dalam kandang & siap dijagal. Foto : cryoftheinnocent.com

Tidak akan ada pecinta anjing yang rela membelanjakan uangnya di swalayan yang mendukung kebudayaan makan  RW atau daging anjing ini. Masih banyak swalayan lainnya yang lebih ramah dengan hewan peliharaan. Bukan tidak mungkin pula jika penjualan daging anjing di Giant cabang Manado ini apabila dibiarkan bisa menjalar ke cabang lainnya di Pulau Bali dan Nusa Tenggara, dimana di kedua Pulau ini juga banyak daging anjing diperjualbelikan. Mengerikan bukan?

Tanggapan Management Pusat Giant

Menanggapi derasnya protes keras dari para netizen, pecinta anjing, aktifis kesejahteraan hewan membuat Management Pusat Giant mengeluarkan Press Release yang menyatakan Giant Manado secara permanen tidak akan menjual daging anjing lagi.

FB_IMG_1489796609436Munculnya pernyataan sikap dari Management Pusat Giant pastinya merupakan sebuah kemenangan bagi kita para penyayang anjing namun hanya kemenangan kecil mengingat masih panjangnya perjalanan melawan perdagangan daging anjing di Indonesia.

Semoga kejadian yang menimpa pasar swalayan Giant ini bisa menjadi pelajaran untuk perusahaan-perusahaan retail lainnya di Indonesia agar tidak menjual daging hewan peliharaan di tokonya.

Di Amerika Ada Dog Chef Cafe

Dengan membanjirnya acara kuliner dan kompetisi memasak di televisi, sepertinya kata “Chef” yang merujuk pada juru masak profesional menjadi semakin sering terdengar di telinga kita. Sementara di sisi lain, perubahan gaya hidup seiring meningkatnya kemapanan membuat “Cafe” semakin populer dan menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Chef dan cafe memang dua hal yang tidak bisa dipisahkan.

Di Amerika Serikat, gaya hidup ini bukan hanya tersedia untuk manusia, tetapi juga untuk anggota keluarga berkaki empat, anjing. Ya, di Amerika Serikat sekarang ada cafe khusus untuk anjing, lengkap dengan chef profesional-nya. Cafe baru bernama Dog Chef Cafe ini berada di kota Baltimore, negara bagian Maryland.

Saat wartawan Voice of America bernama Deborah Block datang berkunjung, disana sedang diadakan pesta ulang tahun untuk seekor anjing jenis poodle bernama Pierre. Seperti pesta ulang tahun lainnya, acara yang membuat Pierre menjadi pusat perhatian ini juga diselenggarakan lengkap hentakan musik dan meja yang ditata dengan aneka sajian di atas piring. “Dia bukan hanya seekor anjing, dia merupakan salah satu anggota keluarga saya”, kata Jazzmen Knoderer sang pemilik Pierre.

Konon, Jazzmen dan suaminya Daniel baru mengadopsi Pierre sekitar 5 bulan, saat mereka menemukannya berkeliaran di jalanan. Jadi sebenarnya mereka tidak tahu persis kapan tepatnya Pierre lahir. Umur Pierre-pun sebetulnya mereka tidak tahu. Tapi mereka ingin menyenangkan Pierre dengan menyelenggarakan sebuah pesta, maka digelarlah acara itu di cafe yang juga dikenal dengan makanan dan snack sehat untuk anjing. “Sama dengan pemilik anjing lainnya, saya sangat memperhatikan makanan dan snack yang saya berikan”, ungkap Jazzmen.

Rupanya Kevyn Matthews, chef sekaligus pemilik Dog Chef Cafe juga memiliki filosofi yang sama. Sebagai chef, Kevyn menggunakan keahlian memasak yang tadinya dipakainya untuk menjajikan masakan untuk manusia untuk membuat menu-menu makanan sehat untuk anjing. Alih-alih memakai makanan yang dibuat khusus untuk anjing, dia memilih bahan makan berkualitas human-grade untuk masakannya. “Penuh dengan bahan-bahan yang sesungguhnya buruk untuk kesehatan anjing”, alasan Chef Kevyn menghindari makanan pabrikan khusus untuk anjing.

Makanan Anjing yang Enak

Kalau anda mengira kreasi makanan Chef Kevyn di cafe-nya tidak cukup menarik untuk manusia, salah besar. Seorang pelanggan bernama Kyla Thomas yang mencoba mencicipi muffin dengan selai kacang nampak terkejut dengan rasanya, padahal kue tersebut sama sekali tidak diberi bahan pemanis, sementara untuk menggantikan coklat yang berbahaya untuk anjing, dipakai bahan lain. “Enak banget, nggak kayak makanan anjing”, kata Kyla.

“Saya memang sengaja membuatnya dalam tampilan yang menarik untuk manusia”, kata Chef Kevyn. “Tapi sebetulnya kandungannya adalah apa yang dibutuhkan anjing”, lanjutnya. Dia merujuk pada bahan-bahan segar seperti buah-buahan, sayuran, daging, dan ikan.

Seorang pelanggan yang datang untuk membelikan makanan anjing untuk dibawa pulang anjingnya, Blythe Pruitt, mengatakan bahwa dia suka membeli makanan untuk anjingnya di cafe itu karena makanannya alami dan sehat, segar dan tanpa bahan pengawet. “Kali ini saya membelikan anjing saya hamburger dan ubi”, katanya.

Makanan Anjing yang Sehat

Sambil memotong sayuran untuk membuat roti, Chef Kevyn memastikan bahwa dia tidak memakai bahan-bahan yang tidak bermanfaat atau bahkan berbahaya untuk kesehatan anjing. Gandum, kedelai, dan jagung yang biasanya dipakai sebagai bahan untuk membuat makanan anjing merupakan bahan terlarang di cafe-nya karena dapat menyebabkan alergi untuk anjing. Karena itu dia yakin bahwa makanan di cafe-nya juga dapat membantu anjing-anjing yang sedang mengalami masalah kesehatan.

Untuk anjing yang memiliki masalah kulit kering Chef Kevyn menyarankan muffin kelapa karena mengandung beberapa minyak esensial, sementara untuk anjing yang mengalami masalah pencernaan dan sembelit dia punya muffin labu.

Sayangnya makanan yang disajikan di Dog Chef Cafe tidaklah murah. Para pelanggannya menghabiskan antara $100 sampai $1000 setiap bulannya hanya untuk berbelanja di cafe itu. Sebagian menjadi pelanggan karena makanannya enak, sebagian karena makanannya sehat, tapi kebanyakan perlanggan bersedia merogoh saku dalam-dalam karena makanannya enak dan sehat.

Bagi Chef Kevyn, hal paling penting adalah memberikan makanan terbaik untuk anjing. “Anjing menghabiskan seluruh hidupnya untuk membuat kita bahagia, jadi saya akan sangat bahagia melihat mereka bahagia”, ucapnya.

Tertarik untuk melihat pesta ulang tahun Pierre di Dog Chef Cafe?

Denda Lebih dari 1 Juta Karena Anjing Pup Sembarangan

Tidak semua menyukai anjing, apalagi kotoran anjing, karena itu jadilah pemilik anjing yang bertanggung jawab. Mungkin itulah kira-kira pesan yang ingin disampaikan oleh Pemerintah Skotlandia dengan menaikan denda sebesar 2 kali lipat bagi pemilik anjing yang membiarkan kotoran anjingnya di jalanan atau tempat-tempat umum lainnya. Rupanya disana sudah menjadi kewajiban bagi pemilik anjing yang anjingnya membuang kotoran untuk memungut kotoran tersebut dan membawanya pulang.

Seperti dilansir oleh media The Scotsman, pemerintah setempat menetapkan kenaikan denda dari £40 pound menjadi £80 atau sekitar Rp. 1.2 juta dengan kurs saat ini untuk menekan pelanggaran yang dianggap mengganggu kenyamanan umum ini. Denda ini memang khusus diberlakukan pada pemilik ajing yang tidak memungutnya saat anjing peliharaannya membuang kotoran di tempat umum.

Selain menaikan dendanya, pemerintah juga menyatakan akan memperbaiki sistem pengawasan untuk memastikan bahwa pelanggar tidak akan dapat mengelak dari hukuman tersebut.

Sementara mentri yang mengurusi bidang keamanan dan kenyamanan masyarakat pada pemerintahan setempat, Paul Wheelhouse, mengatakan bahwa kenaikan denda harus dilakukan untuk mengurangi jumlah pelanggaran sekaligus melindungi kesehatan masyarakat. Dalam pernyataannya Wheelhouse menyebut bahwa membiarkan anjing membuang kotoran sembarangan bukan hanya mengganggu kenyamanan tetapi juga berakibat buruk terhadap kesehatan terutama anak-anak. “Karena itu dengan tegas harus saya nyatakan bahwa tidak membersihkan kembali saat anjing yang dimiliki membuang kotoran di tempat umum adalah pelanggaran hukum”, tegasnya.

Pria di Amerika Dihukum Karena Adu Anjing

Sebuah berita yang ditulis Melina Miller dalam Buffalo News mengungkapkan bahwa seorang pria bernama Edward “Boo” Bishop, seorang warga kota Buffalo yang berada di negara bagian New York, Amerika Serikat, akhirnya dinyatakan bersalah karena terlibat dalam aksi adu anjing yang dikategorikan sebagai kejahatan disana.

Dalam drama persidangan yang berlangsung sekitar 16 bulan itu Boo tadinya menghadapi 7 tuntutan untuk kejahatan yang sama, satu tuntutan untuk masing-masing anjing yang ditemukan di kediamannya. Dalam sebuah penyergapan pada bulan April 2014, polisi menemukan 7 anjing di kediaman Boo. Operasi tersebut dilancarkan atas kerjasama antara fihak kepolisian kota Buffalo dan ASPCA (American Society for the Prevention of Cruelty to Animal) dalam mengatasi maraknya adu anjing di kawasan tersebut.

Hari Senin lalu, Hakim Thomas P. Franczyk memutuskan bahwa Boo bersalah atas 1 dari ketujuh tuduhan tersebut. Dalam pertimbangannya, hakim menganggap bahwa dari ketujuh anjing tersebut, hanya satu yang secara jelas menunjukkan tanda-tanda bahwa dia sengaja dipersiapkan untuk adu anjing. Sementara 6 lainnya, meskipun menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka pernah diadu, tidak dapat dipastikan apakah Boo yang mengadu mereka.

Meskipun hanya satu tuntutan yang dinyatakan terbukti, Boo menghadapi tuntutan hukuman yang cukup serius, terutama karena ternyata dia juga pernah didakwa karena terlibat dalam aksi adu anjing yang dilakukannya untuk meraup keuntungan finansial pada tahun 2010. Dalam aksi kejahatan yang dilakukannya pada bulan Juni 2009 tersebut, Boo dijatuhi hukuman 30 hari penjara ditambah 2 tahun dalam status bebas bersyarat. Konon saat itu Boo memenangkan hadiah sebesar $4000 dari kemenangan anjing aduannya.

Untuk kali ini, Boo sepertinya benar-benar kena batunya. Meskipun selama proses persidangan Boo tidak ditahan karena dibebaskan dengan jaminan, pada persidangan yang akan digelar pada tanggal 17 Februari mendatang dia kemungkinan akan menerima hukuman jauh lebih berat, sampai 4 tahun penjara.

Mudah-mudahan di masa yang akan datang peraturan yang sama akan berlaku juga di Indonesia, karena sampai saat ini para pelaku kekejaman terhadap hewan dalam bentuk adu anjing dapat terus melakukan aksi jahatnya tanpa tersentuh tangan hukum.